Jurus menghadapi Debt colector

1. PERSIAPKAN MENTAL.
Semakin kita lari dari debt collector, maka akan
semakin ganas debt collector mengejar kita dan
semakin lama masalah akan semakin menumpuk.
Secara psikologis, ketika kita takut menghadapi
masalah, maka kita semakin lama justru akan
semakin ketakutan.


2. SIAP SEGALA RESIKO
Dulu kita dilahirkan tidak memiliki apapun, maka

ketika kita terpaksa harus kehilangan segalanya,
maka ikhlaskan. Jauh lebih baik kita
meninggalkan sebuah kapal pesiar yang besar
yang sedang tenggelam dan kita hanya
mendayung sekoci kecil, daripada kita bertahan
didalamnya. Jadi kalau harus kehilangan semua, harus siap saja.

3. TUNDA CICILAN SEKALIAN
Kalau cicilan anda misal Rp. 5 juta, lalu

penghasilan anda hanya Rp. 2 juta, maka kalau
anda tetap mau cicil, maka cicil saja maksimal
10% dari penghasilan anda, minimal mengulur waktu agar jaminan tidak bisa disita. Lalu

penghasilan yang lain bagaimana? Fokuskan saja untuk usaha. Agar lama-lama anda punya uang untuk melunasi semua utang.
Hutang wajib dibayar ya kecuali RIBA nya ☺️☺️

4. SATRONI SETIAP HARI BANK/KOPERASINYA
Setiap pagi, anda datangi Bank/Koperasi yang
anda punya utang disitu. Bilang, bahwa
kemampuan anda mengangsur saat ini hanyalah
Rp. 200 ribu setiap bulan. Terserah gimana
caranya, silakan diatur agar utang kita bisa lunas
dengan kemampuan bayar yang hanya Rp. 200
ribu.
Saya bikin skrip dialog antara debitur dengan

kepala banknya:
Debitur (D): "Pak, saya sudah tidak sanggup
menangsur sebesar Rp. 5.000.000,-. Sementara
kemampuan saya untuk mengangsur hanya Rp.
200 ribu. Saya minta solusi pada bapak, gimana
caranya agar angsuran saya bisa lancar lagi."
Bank (B):"Wah, tidak bisa pak. 

Bapak harus tetap
angsur Rp. 5 juta." (Jawaban seperti ini adalah
jawaban standar dr bank)

D: "Usaha saya sedang sepi, modal saya habis
karena buat nyicil, sekarang semua macet, mau
nggenjot bisnis, modal sudah habis buat nyicil
bapak. Saya minta solusinya, karena saya sudah
tidak tahu apa lagi solusinya." (Gantian kita bikin
Bank pusing mikirin kita)

B:"Tetap tidak bisa pak
D:"Baiklah pak, silakan bapak pikir-pikir dahulu,

siapa tahu ada solusinya, BESOK SAYA KESINI

LAGI untuk menanyakan. Kalau bapak
membutuhkan kehadiran saya, silakan telepon
atau SMS, HP saya aktif, dan saya akan datang
kesini, tidak perlu kirim debt collector."

Setelah itu, silakan setiap hari datangi
bank, tanyakan apa sudah ada solusinya. Kalau
tidak sempat datang minimal telepon atau SMS,
apakah sudah ada solusi apa belum.

Kelihatan konyol, tetapi cara ini sudah
banyak dipraktekkan dan berhasil, bank tidak
akan mengirim debt collector. Kenapa bank
mengirim debt collector? Karena kita ngilang,
dicari tidak ketemu, disms tidak balas, ditelepon
tidak aktif.

Kalau kita tiap hari nyambangi bank, buat
apa bank suruh debt collector?

Cara ini memiliki beberapa keuntungan, sekalipun kelihatan konyol:


 Bank mau tidak mau nanti akan mau negosiasi dengan kita untuk memberikan solusi terhadap
masalah kita, bisa penghapusan bunga, denda dan sita.
 Keluarga kita tenang tidak dikejar-kejar debt
collector, sekalipun utang belum lunas.
 Ditempat kerja kita tenang, tidak bikin malu
didepan relasi dan rekan kerja, juga konsumen,
sehingga produktifitas kerja bisa meningkat.
 Kita tidak dihantui ketakutan sepanjang siang
dan malam.

MODALNYA HANYA SIAPKAN SAJA MENTAL
YANG KUAT.
Awalnya anda akan takut, tetapi ketika anda
sekali saja mampu mengatasi rasa takut untuk
mendatangi bank tersebut, maka selanjutnya anda akan mempu mengontrol rasa takut tersebut.
Semoga bermanfaat
Salam LUNAS

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel