200 Puisi Cinta Pendek Romantis Bikin Lo Baper!

Kumpulan syai'r terindah dari baris puisi cinta sejati singkat penug dengan sajak romantis mengandung nilai islami bikin sedih dan baper siapa saja yang membacanya. Banyak orang menjadi lebih kuat karena cinta, ya semu karena cinta dan tak mampu diriku berdiri tegak semua karena cinta begitulah kira kira salah satu lyrik dari lagu legendaris tentang arti sebuah kemenangan cinta.

Cinta adalah sebuah rasa yang sangat indah dan diberikan oleh Tuhan kepada manusia termasuk juga hewan. Rasa cinta akan memberikan semangat juang dan tentu saja mampu memberikan nilai positif dalam kehidupan ini. Nah bagi kamu yang sedang membutuhkan suntikan semangat dari rangkai sebuah puisi dan sajak sajak cinta paling romantis di tahun ini maka tentu saja kalian akan menemukan banyak sekali dalam ulasan ini.

Puisi cinta sendiri memiliki banyak genre ada yang lebih ke sisi kesedihan, kemudian rasa bahagia, harus bercampur menjadi satu dalam sebuah tatanan rasa yang kian menjadi indah ketika kita sudah menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Cinta itu buta kata orang, namun apakah karena cinta lantas kita lupa segalanya tentu saja tidak karena cinta itu butuh logika meskipun terkadang cinta itu bukanya tidak ada logika kata seorang Agnes mo dalam sayair lagunya.

Ok guys yuk kita sama sama masuk dalam keindahan cinta dengan membaca puisi yang indah ini semoga saja dikemudian hari kalian bisa menjadi pribadi pribadi yang menebarkan rasa cinta bukan hanya pada pasangan saja namun kesemua orang bahkan mahluk Tuhan di muka bumi ini sehingga kalian menjadi manusia yang penuh akan kasih dan sayang.

Puisi cinta


Semakin JASADKU dijauhkan darimu,semakin HATIMU terasa sangat dekat denganku 
[wahai Alegra...
tidakkah engkau tau Bianca begitu mencintaiku.
katakan juga pada Putri Amora bahwa aku tidak bisa dipaksa mencintai orang lain,
kecuali atas ingin hatiku], 
dan kau Ferrenza...
jaga diri & hatimu sebaik yang kau mampu.jangan lupa titip salamku pada Naura kendalikan selalu hatimu dari amarah. 
hanya doa yang bisa aku kirimkan sebagai kado terindahku esok pagi.

Nduk... 
mengingatmu hari ini, 
serasa tak percaya, 
bahwa kau adalah puteri kecilku...
"Aku Nduk!"
Begitu celotehmu...
dengan kaos singlet,
bertelanjang kaki...
itu dirimu, sepuluh tahun yang lalu.
Nduk...
Mengingatmu hari ini,
kau adalah puteri cantik jelita...
yang kini telah dewasa...
Tegakkan dagumu,
dan tataplah matahari...
karena cahayanya,
takkan menyilaukanmu lagi...
Kini kaulah...
yang memancarkan cahaya itu...
Kaulah putri cantik perkasa...
yang akan merubah wajah dunia...
Selamat ulang tahun Nduk...
Cinta abi dan ummi
Doa abi dan ummi
Selalu menyelimuti Hari-hari mu sayang...

Denyutan jantungku 
semakin laju
pabila mendengar
bisikan mendayu
lunak merdu
memukau kalbu
hanya sekadar sapaanmu
Namun kusedar siapa aku
aku bukanlah gadis ayu
yang diimpikan olehmu
hari berlalu
wajahmu sering mengangguku
rasa rindu mula bertamu
Andainya aku cinta hatimu
akan kusetia menjadi kekasihmu
hingga akhir waktu
aku kan sentiasa bersamamu
tapi hanya sekadar anganku
kini aku merindui kelibatmu...

Aku yg kau panggil sayang
Tak pernah merasa bahagia
Bila setiap kali ku ajak menikah kau sulit tuk jawab ia. 
Entah apa keraguanmu, dan apa arti cinta ini
Bila hanya sepasang kekasih
Tapi tidak sepasang suami istri.
Mungkin sampai nanti aku menanti
Sampai ada penggantimu d hati
.

Cinta selalu punya caranya sendiri, mempertemukan yang terbuang, atau menyatukan yang hilang.
Setiap orang memiliki batas kewarasannya masing-masing. Hanya saja, memilih bertahan, diam, atau melepaskan adalah kesepakatan hati dan akal pun kau yang sering pulang bertandang dan pergi menghilang jika rindumu tak lagi jadi milikku
Ada jarak yang terbentang karena rindu
Ada cerita yang terbuat karena jarak
Aku percaya, ceritamu dan ceritaku akan jadi cerita kita saat kita bertemu.
Tidurlah, sebab rindu juga butuh istirahat.
Puisi cinta sejati
Rasa sayang yang kutulis dalam tetesan air mata ini dengan diam
jernihnya selalu menatapmu bersamanya.

Aku melihat cinta di kejauhan
Indah tatapan nya...
Manis senyuman nya...
Ku kira dia akan datang 
Nyatanya hanya menaruh angan...
Hatiku diam..
Meratap takdir yang ku genggam...
Ku tenun harapan...
Namun tuhan yang punya ketentuan.....

Tidurlah saat mata indahmu telah terjaga...
Kan ku pinta malam untuk menjaga...
Ku ingin kou tertidur dengan hati yang bahagia...
Sampai pagi datang untuk menyapa...
Dan kou akan terbangun dengan senyuman yang indah seperti bunga yang mekar di taman surga...

Hitam menyelimuti langitku
Melahap senjaku, wahai malam
Gelapmu sungguh kelam 
Membuatku tak mampu terpejam
Wahai bintang gemerlap
Bersinarlah kerlap kerlip
Terangi langit itu, sinari hatiku

Jika kebahagiaan ini hanya mimpi
Maka biarkan aku terlelap lama dalam tidurku...
Jika kebahagiaan ini hanya renungan
Maka biarkan aku termenung tanpa ada yang mengusik
Dan jika kebahagiaan ini nyata
Maka biarkan itu menjadi takdir yang telah tertulis..


Aku disini 
Dan kou di sebrang jalan sana
Ada lampu merah di tengah2 kita....
Lampu merah berubahlah jadi hijau agar tidak ada lagi yang menghalau....

Kalau tak ada rasa 
Mana mungkin hatiku bergetar 
Setiap menatap mu...
Kalau tak ada cinta
Pasti hatiku tak peduli
Melihat tangisan mu...

Ya tuhan...
Kalau cintaku benar sederhana
Kenapa harus ada rasa tang rumit ini....

Berat bibir ini terucap
Perih mata ini menatap
Menjelang hadirnya perpisahan
Perpisahan bagiku derita 
Memenjarakan kenangan
Menaburkan luka...
Tapi perpisahan punya janji
Pasti akan bertemu kembali
Selama bukan perpisahan abadi

Puisi Cinta, Sajak Cinta, Syair Cinta


Wahai, Apakah itu Cinta?
Aku memandang nyalang, pada manusia lalu lalang
Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan
Kata cinta menguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega
Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara
Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan

Tak mengerti dan terus bertanya :
Apakah segalon cinta lebih manis ketimbang sececap cita?
Dan apakah bahagia terwujudi harus dengan dimiliki?
Dan apakah seorang pangeran hanya dapat menjadi raja,
Pabila mempersandingkan permaisuri di sisinya?

Dan tanya itu menggiringku masuk ke dalam labirin tua
Lorong pekat penuh lembap yang dindingnya berkeropeng dusta
Penuh tipu daya, tiap simpangannya menyesatkan pengelana
Aku ikuti setitik cahya, dan kulihat jawab di ujungnya

Aku bertanya lantang, “Wahai, apakah itu cinta?”
Kulihat sepasang muda-mudi bergelayutan mesra
Sang gadis tertawa mengikik, sang pemuda menggeliat laknat
Sahutnya, cinta adalah hari ini
Yang tergantikan segera oleh hari esok
Dia adalah kesenangan yang berkelindan selalu
Birahi yang terpuaskan, nikmat yang berseliweran
Aku tercenung, dan terus termenung
Jika cinta adalah pesta pora, lalu apa arti cerita Majnun
Cinta baginya adalah kisaran derita
Tetapi Majnun hanya tahu itu cinta, walau dia buta
Oh, betapa takdir cintanya berakhir nestapa

Aku berpaling dari mereka yang mencemooh nakal
Lalu aku pergi menuju ujung lain lorong teka-teki
Kuikuti suara-suara merdu, tawa, dan musik syahdu
Walau gelap pekat, suara itu menuntunku pasti
Dan akhirnya kulihat panggung megah berdiri kokoh
Dipenuhi penyair dan pujangga sepanjang masa

Dadaku serasa bergolak, aku menyeruak dan berteriak, “Wahai apakah itu cinta?”
Seorang pujangga menoleh, berdiri, dan menjawab panggilanku lalu mulai bersyair,
Cinta adalah roman tanpa batas
Inspirasi yang takkan mati; Api yang takkan padam
Yang geloranya membuatmu remuk redam
Tapi, bagai kecanduan, kau akan terus menyesapnya
Membuatmu merasa terbang menuju menuju mentari yang menyala perkasa
Sekali lagi, keraguan menyelinap dan membisik
Mestikah begitu, sebab kulihat nyala sangat redup
Menyambangi jalinan pernikahan yang suci
Gairah sejoli telah berakhir, tapi tidak memupus ikatannya
Tapi mereka masih menyebutnya cinta
Walau madunya telah habis, Sang kumbang masih hinggap di atas kembang

Aku melengos tak puas, dan berjalan tak tahu ke mana
Kususuri lorong berliku, begitu panjang jalanan, begitu terjal undakan
Dan pada satu tangganya, kulihat seorang pengemis renta mengharap derma
Dia berkata, “berikanlah milikmu yang terbaik, dan kusampaikan kebijaksanaanku”
Aku sebenarnya tak ingin percaya, tapi kakiku terlalu letih mencari jawab
Kuulurkan sebongkah batu mirah sembari bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”

Si pengemis diam dalam takzim, dan menjawab,
Cinta adalah menghamba tanpa bertanya
Ketaatan tanpa memerlukan jawaban
Kau memuja, dan menjadikan dirimu budak dengan sukarela
Kata-kata cinta adalah perintah yang tiada terbantah
Aku terpekur dan tak henti berpikir
Jika cinta merupakan penghambaan, lalu apa arti cinta Ilahi?
Dia yang menurunkan hujan, dan lebih agung dari apapun jua
Dia yang memberikan rizki kepada orang paling durjana sekalipun
Dia yang mencintai makhluk-Nya, dan tak memerlukan apapun dari makhluk-Nya

Aku merasa rugi atas permata yang terbuang percuma
Ini bukanlah kebijaksanaan; melainkan kedunguan!
Cinta si pengemis selamanya menjadikan dirinya pengemis
Yang mengiba, meminta, dan mengharap sejumput kasih
Jika ini dinamakan cinta, maka terkutuklah kata cinta!
Aku muak atas pencarian ini, lalu memutuskan keluar
Labirin tua tak lagi mengurungku, dan bau laut seakan memanggilku
Ini adalah aroma kebebasan yang menarik para pemberani
Dan seperti cerita lama, aku berlayar menuju samudera berombak, –sendiri
Angin kencang membantu lajuku, dan kapalku menuju horizon di tapal batas
Mencari dunia baru untuk ditaklukkan
Di ujung dek aku berteriak penuh kegembiraan
Walau kegembiraan itu kadang dibayar oleh rasa hampa di tengah lautan
Oh, tahun-tahun berselang; musim-musim berganti datang
Waktu-penuh-kenangan yang berkandung duka dan suka
Namun, pada suatu hari yang mengejutkan
Badai datang menenggelamkan apa yang tersisa
Aku lihat puing-puing yang karam, dan onggokan
Sementara aku hanyut ditemani tongkang yang terombang-ambing
Entah mengantarkanku ke mana

Di suatu tempat, saat aku membuka mataku
Aku rasai pasir lembut yang harum baunya
Dan riak ombak bermain-main di sekujur tubuhku
Apakah ini tanah orang- orang mati, ataukah aku masih hidup?
Oh, betapa hausnya aku…seteguk air akan mengobatiku
Dan, aku lihat sesosok datang mendekat
Sorot matanya menatapku lekat
Lalu menuangkan seteguk air pada bibirku yang kekeringan sangat
Pandanganku terasa kabur, dan dunia terasa berputar begitu cepat
Aku berharap dia adalah malaikat tak bersayap yang memberikan jawab
Aku merasa maut sebentar lagi menjemput,
Jadi tak ada salahnya bertanya, toh rasa malu akan terbawa lalu
Setelah sekian lama, sekali lagi aku bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”

Dia termangu,dan hanya tersenyum
Untuk menenangkan jiwaku yang sekarat, dia menatapku lembut
Dan kata-kata bagai menetes dari mulutnya
Kata-kata serasa madu yang manisnya teringat selalu, Jawabnya :
Cinta bukanlah benda untuk dimiliki
Tetapi tindakan untuk diperjuangkan
Cinta adalah kebaikan tanpa imbalan
Pernahkah mentari bertanya padamu atas sinarnya yang terang
Dan pernahkah pepohonan meminta jawaban atas keteduhannya
Jika kau memberikan segelas air pada orang asing,
Dan dia tak berhutang padamu apapun
Itulah cinta.
Bagaikan petani, kau menanam benihnya
Lalu orang lain memakan buahnya, menghilangkan rasa laparnya
Tetap ingatlah, cinta adalah pilihan hatimu
Bukan keterpaksaan dari rasa takut
Sebab cinta tidak pernah membuatmu merasa kehilangan
Dia terus membuat hatimu merasa kaya
Namun, sungguh dunia telah tercerai berai,
Dan manusia menjadi tersesat oleh makna cinta
Tergelincir keserakahan, cinta menjadi memabukkan
Untuk memiliki, bukannya memberikan
Untuk menguasai, bukannya mengasihi
Jika cinta tinggallah nafsu diri belaka
Yang tersisa hanyalah kerusakan semata
Tiada peduli sesama; Semuanya mengagungkan diri jua
Orang menamakannya cinta; tapi itu hanyalah dusta

Hari itu, aku tahu
Bahwa perjalananku bukannya berakhir,
Tetapi baru saja dimulai
Lalu aku mengatup mata
Dan mulai mendoa
Untuk satu pilihan kata di hati.

hujan disenja ini telah membirukan kembali hatiku padamu
apakah itu kepingan rindu?
apakah saat-saat hati bergetar ketika jarak mendera?
ataukah lara mencekik ketika ingin bersua?
kalau itu kepingan rindu, maka setiap waktu, itu berkeping-keping ada dalam hatiku untukmu.

rindu selalu menyapa kala senja menghantarkan dirinya
tak pelak setiap sergapannya selalu mengingatmu dalam bilik-bilik memoriku
aku tak ingin hanya bermimpi, kala mimpi-mimpi tentang mu menjadi candu bagi jiwaku.
aku hanya ingin kamu..ya kamu dengan seluruh cinta dan nafsuku

#2
nampaknya pesona malam dan gemerlapnya intan tak mampu mengalihkan mataku dari gemerlapmu.
tak terkira jarak yang menghampar, tapi segala gemerlapmu memesona jiwaku dalam cinta yang menyala-nyala.
apatah harta dunia, jika tak ada kau disisiku?
pedihnya sepi tanpamu takkan pernah terhapus dengan segala kilaunya dunia.
kesederhanaan hidup bersamamu melampaui indahnya segala nikmat yang bisa kurasa.
bukankah memandang wajahmu kala terlelap jauh lebih nikmat daripada memandang kilau jutaan bintang di padang lepas?

tahukah kau, kalau engkau telah melepaskan segala kekekalan kala, saat menjaga lelapmu disampingku?
tak tahukah kau kalau kecup lembut bibirmu telah membekukan waktu?
mematikan semua logika dan menghidupkan semua hasrat dalam jiwa.
ah...aku ingin ini kekal, selama kau selalu ada disini bersamaku

#3
hanya dalam diam kita, jiwa berbicara
ketika setiap emosi yang tercipta mendera jiwa,
melemparkan setiap sendi jiwa ke ujung-ujung semesta
untuk kembali lagi dalam pelukanmu yang mengutuhkan
tak sanggup kuucapkan cinta kala cinta saja tak mampu melukiskan semua rasa yang meledak dalam dada.
tidakkah helai-helai rambutmu yang kusibak mampu menerjemahkan semuanya?
biarlah kiranya pelukanku mampu menyampaikan apa yang selama ini menggelora.
kala kata tak mampu menerjemahkan semua yang kurasa
#puisi cinta disebuah senja selepas hujan

Berjanjilah padaku, kau akan merindukanku seharum hujan dalam puisi
Jarak kita, sayang, riak cinta membayang dalam doa dan kalam
Masih aku dzikirkan rindu ini, lirih ketika jiwa hampir berdebu dan membatu

Lihatlah kerling langit yang hening, derit kata melunta dalam cuaca
Kita mengecil dalam rahasia, usia menggigil dalam bahasa
Hidup adalah deru yang menyimpan seribu jalan menikung.
Di sanalah, kau dan aku, bersahutan tanpa sentuhan dan perjumpaan
Kita hanya hadir dalam gulir ingatan yang deras pada
napas hujan dan hempas bayangan.

Aku takut, keberanianku ditelan kabut semudah nyawa direnggut maut
Jauh tertinggal, lenguh sesal tersengal seperti temali ajal di leher kekal
Aku seperti telah kehilanganmu sebelum sempat menjumpaimu
Telah muram mimpi dalam kasidah sepi ketika wajah tengadah
menerjemahkan lelah dan kalah

Terpejamlah, terpejam seperti mata malam yang sunyi
Betapa mata hati memiliki berjuta pandang pada hakikat
Kerinduan adalah rekah keindahan, cinta adalah kekuatan
Maka Kita pun begitu dekat mempererat isyarat,
Jiwa pun meringkas batas-batas cemas dan kesedihan.
Nyanyimu mengkristalkan bunyi yang pejal dalam lengang sunyiku
Aku bangkit dari langit yang sempit, mendekap suaramu dalam temaram
“Harapan adalah nyanyian kehidupan,
sentuhan tangan-tangan Tuhan dalam kesunyian…”
Masih mengalir rindu ini, meski ringkih dalam tabir hati yang sendu dan sunyi

Berjanjilah padaku, kau akan menemaniku sehalus jingga dalam senja
Dan hati kita, sayang, serupa kata dan makna, tak henti mengurai arti dan pesan
Betapa ingin aku datang padamu dan menikahi wajah hatimu
Maka terpejamlah, terpejam seperti mata malam yang sunyi